Menjalin hubungan istemewa dengan seseorang adalah salah satu hal yang indah. Terkadang tak mampu terucap lewat kata. Tak terdefinisi oleh bahasa yang sederhana. Karena yang ada hanyalah perasaan bahagia yang tergambar dari senyum dan raut wajah. Ya, itulah kira-kira gambaran yang bisa aku gambarkan bagi mereka yang sedang dimabuk cinta.
Namun kita tahu, perjalanan tak selamanya berjalan sesuai dengan rencana. Ada kalanya kita berbelok saat tikungan berada di hadapan. Ada kalanya berhenti untuk berpikir kembali tentang tujuan yang kita ingini. Lalu setelah itu kita kembali melanjutkan perjalanan. Begitu pula dengan cinta. Mungkin di hari ini kita mengatakan bahwa sangat mencintai si “A”, maka tak menutup kemungkinan esok kita akan berubah pikiran. Begitu sebaliknya. Maka tak heran ketika kita memutuskan hubungan dengan seseorang terkadang hati ini ingin kembali merajut rasa yang dulu pernah tercipta. Begitu banyak alasan mengapa pikiran kita masih terbawa pada sesuatu indah yang telah berlalu. Yaitu suasana dimana pernah terukir kenangan manis yang terbingkai dalam jejak-jejak waktu.
Rindu akan kenangan dan kebersamaan di masa lalu menurutku adalah salah satu hal yang menjadi pemicu kenapa kita ingin kembali kepada mantan kita. Ya, rindu yang membuncah dan kita tak mampu mengatasinya. Walau terkadang kita telah bersama dengan yang lain. Walau kita tahu akan kesalahannya di masa lalu. Namun kita masih saja menyediakan ruang untuk dia tinggal di saku batin kita. Kita pun tak mampu menghapus jejaknya dalam pikiran kita. Karena dia selalu hadir dan menyapa meski waktu telah enggan untuk kembali. Namun hati kecil kita masih menyisakan tempat untuk dia yang dulu telah tiada. Berbekal inilah beberapa orang mengambil keputusan untuk kembali ke mantan. Berharap rindunya tersalurkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar