dawai hati
Minggu, 17 Februari 2013
Jumat, 24 Februari 2012
Pentingnya Komitmen dalam Sebuah Hubungan
Hidup akan terasa begitu indah ketika sedang jatuh cinta. Ketika cinta yang kita layangkan disambut. Sehingga tak bertepuk sebelah tangan. Dunia bagaikan milik berdua. Kesedihan dan kegalauan senantiasa sirna. Karena yang tersisa hanyalah senyum dan hati yang berbunga-bunga. Hingga angan pun terkadang terbawa terbang bebas. Ke angkasa luas, menembus batas. Layaknya burung yang baru dilepas dari dalam sangkar emas. Pada saat itu, hanya kebahagiaan sajalah yang senantiasa dieja dalam perjalanannya.
Namun, di dalam sebuah hubungan ini tak cukup rasanya jika hanya berbagi suka dan duka. Hanya mencoba mengerti dan memahami sifat dan sikap pasangannya. Sebuah hubungan yang baik haruslah dibentuk dengan mempunyai sebuah komitmen di awal. Hal ini begitu penting. Mengapa? Karena dengan komitmen kita akan menjadi tahu, kemana hubungan itu akan terus dibawa. Ada goal atau tujuan yang ingin dicapai. Tentu untuk kebaikan di masa yang akan datang. Supaya kita tak hanya menjadi tempat persinggahan. Karena sangat sayang sekali jika waktu dihabiskan dengan seseorang hanya sekadar untuk senang-senang. Tak hanya itu, dengan adanya komitmen diharapkan sebuah hubungan bisa terus berjalan dengan baik. Karena ketika sedang melakukan kesalahan, maka komitmen inilah yang akan menjadi pengingat atau "alarm" sadar setiap pasangan. Kesimpulannya, sebuah komitmen sangat penting dalam sebuah hubungan.
Rabu, 22 Februari 2012
MENERJEMAHKAN RASA DARI HATI YANG PENUH CINTA
Cinta. Bagiku adalah sebuah rasa yang tak mampu terwakilkan oleh kata-kata untuk menerjemahkannya. Tak mampu terlukis oleh apa pun untuk mendiskripsikannya. Bukanlah sebuah benda berwujud yang terlihat dan dapat diraba. Melainkan sebuah rasa yang hanya dapat dipahami oleh bahasa kalbu di lubuk hati setiap jiwa.
Bila kuingat beberapa waktu yang lalu. Ketika kadar cinta itu mulai berkurang, bukan karena keinginan namun karena harus menyerah pada kenyataan. Diri ini sempat tersudut. Merasa terlalu letih dalam berjalan. Akibat kerikil-kerikil tajam pada lembaran daun kehidupan. Saat itu cinta tak lagi tawarkan bahagia. Melainkan hadirkan sebuah kata yang juga berakhiran “A”, seperti: kecewa, merana, dan juga putus asa.
Hari berganti. Waktu pun berlalu. Dan semuanya tak sama seperti masa-masa yang dulu. Sebuah kebahagiaan yang berakhir dengan kekecewaan akhirnya kini bisa kembali menyeduh kesejukan. Cinta itu telah kembali. Hati ini pun tenang bak taman yang dipenuhi bunga-bunga yang bermekaran. Tak lagi gersang. Entah bagaimana aku bisa menggambarkan suasana hatiku saat itu. Aku menangkap isyarat rasa yang sulit tuk dieja. Namun aku terus mencoba untuk menerjemahkan isyaratnya. Ternyata cinta begitu sulit untuk aku tafsirkan. Hanya bisa kuwakilkan lewat sikap atau perbuatan. Semisal, suka senyum-senyum sendiri, nafsu makan berkurang, ingin selalu tampak rapi, ingin selalu berada di depan cermin, dan selalu menghadirkan wajah cerah serta senyum sumringah di seraut wajah. Semua itu terjadi, sebab diri ini telah bertemu dengan jiwa yang penuh cinta. Sebentuk jiwa yang selalu hadirkan canda, tawa, sekaligus menjadi penyejuk di lubuk hati insan manusia yang tengah gundah gulana.
Jadi, jika ada yang bertanya tentang bagaimana rasanya cinta maka aku akan menjawab bahwa cinta itu sangat “complicated” dan juga menyenangkan. Walau tak dapat dipungkiri bahwa terkadang cinta juga hadirkan kekecewaan. Di dalamnya ada bahagia, kecewa, terluka, galau, sedih, dan juga yang lainnya sehingga cinta sulit untuk diterjemahkan lewat kata-kata.
Senin, 20 Februari 2012
Kala Rindu Tengah Membucah
Menjalin hubungan istemewa dengan seseorang adalah salah satu hal yang indah. Terkadang tak mampu terucap lewat kata. Tak terdefinisi oleh bahasa yang sederhana. Karena yang ada hanyalah perasaan bahagia yang tergambar dari senyum dan raut wajah. Ya, itulah kira-kira gambaran yang bisa aku gambarkan bagi mereka yang sedang dimabuk cinta.
Namun kita tahu, perjalanan tak selamanya berjalan sesuai dengan rencana. Ada kalanya kita berbelok saat tikungan berada di hadapan. Ada kalanya berhenti untuk berpikir kembali tentang tujuan yang kita ingini. Lalu setelah itu kita kembali melanjutkan perjalanan. Begitu pula dengan cinta. Mungkin di hari ini kita mengatakan bahwa sangat mencintai si “A”, maka tak menutup kemungkinan esok kita akan berubah pikiran. Begitu sebaliknya. Maka tak heran ketika kita memutuskan hubungan dengan seseorang terkadang hati ini ingin kembali merajut rasa yang dulu pernah tercipta. Begitu banyak alasan mengapa pikiran kita masih terbawa pada sesuatu indah yang telah berlalu. Yaitu suasana dimana pernah terukir kenangan manis yang terbingkai dalam jejak-jejak waktu.
Rindu akan kenangan dan kebersamaan di masa lalu menurutku adalah salah satu hal yang menjadi pemicu kenapa kita ingin kembali kepada mantan kita. Ya, rindu yang membuncah dan kita tak mampu mengatasinya. Walau terkadang kita telah bersama dengan yang lain. Walau kita tahu akan kesalahannya di masa lalu. Namun kita masih saja menyediakan ruang untuk dia tinggal di saku batin kita. Kita pun tak mampu menghapus jejaknya dalam pikiran kita. Karena dia selalu hadir dan menyapa meski waktu telah enggan untuk kembali. Namun hati kecil kita masih menyisakan tempat untuk dia yang dulu telah tiada. Berbekal inilah beberapa orang mengambil keputusan untuk kembali ke mantan. Berharap rindunya tersalurkan.
Jumat, 17 Februari 2012
Ingat Komitmen Awal
Hidup adalah sebuah perjalanan. Dimana setiap insan akan bertemu dengan sesuatu yang bernama hambatan, ujian, kebahagiaan, kesedihan, dan lain-lain. Semuanya terangkum dalam lembaran-lembaran kehidupan. Terkadang ada yang tegar menghadapi kekecewaan dan cobaan. Namun ada pula yang tak sanggup melewatinya. Oleh karena itu, kerap kali kita membutuhkan semangat dan dukungan dari orang-orang terdekat. Di sinilah makna kehadiran seseorang dapat kita rasakan.
Sebagai makhluk sosial, kita tidak bisa hidup sendiri. Kita membutuhkan orang lain. Namun tidak hanya berhenti sampai di situ. Untuk mengisi kekosongan hati, terkadang kita mencari sosok seseorang yang bisa diajak untuk berbagi baik susah maupun senang. Dan kita menyebut dia "pasangan". Sehingga terikatlah sebuah hubungan yang tadinya berawal dari sebuah pertemanan atau bahkan persahabatan.
Setelah hubungan ini terjalin, begitu banyak waktu yang kita lalu dengan dia. Walau di awal perjumpaan biasanya timbul perasaan ragu-ragu, namun secara perlahan rasa ini pun terkikis. Tersebab seringnya waktu pertemuan. Lama kelaman hubungan pun semakin dekat. Satu sama lain sudah saling mengenal. Sehingga rasa penasaran seperti di awal perjumpaan berangsur hilang. Mereka sama-sama mengerti kelebihan dan kekurangan masing. Ada banyak manfaat sebenarnya dari hubungan yang telah berlangsung lama ini. Namun sifat manusia masihlah sama. Sesayang apapun dia ke pasangannya, pada titik tertentu dia akan mengalami kejenuhan atau kebosanan. Banyak faktor yang memicu hal ini. Jika sebuah hubungan sudah berada pada posisi ini (bosan terhadap pasangan), ada baiknya mengingat kembali kenangan di masa silam. Masa dimana mereka berdua disatukan. Dimana mereka berdua berjanji untuk sama-sama mengikat hati. Dan tekankan pada hati bahwa setiap insan memiliki kekurangan dan kelebihan. Jika kita sudah menjalin hubungan dengan seseorang maka kita harus sudah siap untuk menerima semua itu yang terbungkus dalam satu paket karakter seseorang.
Sebagai makhluk sosial, kita tidak bisa hidup sendiri. Kita membutuhkan orang lain. Namun tidak hanya berhenti sampai di situ. Untuk mengisi kekosongan hati, terkadang kita mencari sosok seseorang yang bisa diajak untuk berbagi baik susah maupun senang. Dan kita menyebut dia "pasangan". Sehingga terikatlah sebuah hubungan yang tadinya berawal dari sebuah pertemanan atau bahkan persahabatan.
Setelah hubungan ini terjalin, begitu banyak waktu yang kita lalu dengan dia. Walau di awal perjumpaan biasanya timbul perasaan ragu-ragu, namun secara perlahan rasa ini pun terkikis. Tersebab seringnya waktu pertemuan. Lama kelaman hubungan pun semakin dekat. Satu sama lain sudah saling mengenal. Sehingga rasa penasaran seperti di awal perjumpaan berangsur hilang. Mereka sama-sama mengerti kelebihan dan kekurangan masing. Ada banyak manfaat sebenarnya dari hubungan yang telah berlangsung lama ini. Namun sifat manusia masihlah sama. Sesayang apapun dia ke pasangannya, pada titik tertentu dia akan mengalami kejenuhan atau kebosanan. Banyak faktor yang memicu hal ini. Jika sebuah hubungan sudah berada pada posisi ini (bosan terhadap pasangan), ada baiknya mengingat kembali kenangan di masa silam. Masa dimana mereka berdua disatukan. Dimana mereka berdua berjanji untuk sama-sama mengikat hati. Dan tekankan pada hati bahwa setiap insan memiliki kekurangan dan kelebihan. Jika kita sudah menjalin hubungan dengan seseorang maka kita harus sudah siap untuk menerima semua itu yang terbungkus dalam satu paket karakter seseorang.
Rabu, 30 November 2011
Gelisah Hati
Malam ini, hanya sunyi yang temaniku dalam kegelisahan diri. Duduk sendiri berpangku jemari. Menatap lekat bulan dan bintang yang sedang menari. Andai saja kini kau hadir temaniku seperti malam-malam kemarin. Mungkin kegelisahan ini tak akan pernah aku rasakan. Duhai dawai hati, tetaplah tenang di sana. Doaku senantiasa mengiringimu di setiap langkah. Cepatlah kembali. Karena aku punya sesuatu untuk kubagi dan bercerita denganmu sang pujaan hati.
Fransiska S Manginsela
Fransiska S Manginsela
Selasa, 29 November 2011
Debar Senja
Debar Senja
Senja kembali menyapa
Di tengah riuhnya igau-igau kota
Diiringi semilir angin yang mulai mendera
Membuat hatiku sejuk tak terkira
Tiba-tiba sang pujaan datang menawarkan senyuman
Membangunkanku dalam lamunan
Dengan tatapan lembut penuh perhatian
Membuat jantungku berdegup tak beraturan
Kilau senja membuat suasana semakin indah
Jantungku masih berdegup namun gundah
Apakah aku bermimpi
Senyuman itu apakah hanya ilusi
Sang pujaan hati yang dulu hilang
Kini kembali datang
Membawa kembali harapan tentang kisah dimasa yang akan datang
Oh sang pujaan hati.. apakah benar kau telah pulang?
Senja ini begitu indah
Aku terdiam tak bisa berkata
Hanya bahagia yang kurasa... semua terasa sempurna… semua terasa istimewa…
Dipelukmu aku berkata: terima kasih kau telah datang cinta..
Surabaya-Tangerang, 28 Oktober 2011
Fransiska S Manginsela
Senja kembali menyapa
Di tengah riuhnya igau-igau kota
Diiringi semilir angin yang mulai mendera
Membuat hatiku sejuk tak terkira
Tiba-tiba sang pujaan datang menawarkan senyuman
Membangunkanku dalam lamunan
Dengan tatapan lembut penuh perhatian
Membuat jantungku berdegup tak beraturan
Kilau senja membuat suasana semakin indah
Jantungku masih berdegup namun gundah
Apakah aku bermimpi
Senyuman itu apakah hanya ilusi
Sang pujaan hati yang dulu hilang
Kini kembali datang
Membawa kembali harapan tentang kisah dimasa yang akan datang
Oh sang pujaan hati.. apakah benar kau telah pulang?
Senja ini begitu indah
Aku terdiam tak bisa berkata
Hanya bahagia yang kurasa... semua terasa sempurna… semua terasa istimewa…
Dipelukmu aku berkata: terima kasih kau telah datang cinta..
Surabaya-Tangerang, 28 Oktober 2011
Fransiska S Manginsela
Langganan:
Postingan (Atom)

